Rabu, 21 Desember 2016

Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan

Jakarta - Polda Jawa Barat telah menyiapkan beberapa antisipasi untuk ormas yang mau melakukan sweeping tempat-tempat yang menggunakan ornamen Natal. Selain akan menindak tegas, upaya persuasif dengan melakukan pendekatan terhadap ormas juga dilakukan.

"Kita sudah turunkan semua, kita mulai dari preventif, pre emtif, kita dekati ormas-ormas untuk bisa persuasif bahwa itu (sweeping) adalah tidak boleh," kata Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan, Selasa (20/12/2016).


"Kita pun juga turunkan TR bahwa barang siapa yang mengadakan sweeping akan ditindak tegas. Karena sweeping itu tindakan polisional, hanya petugas yang berwenang yang boleh melaksanakan sweeping," ujarnya.

Sementara itu, pengamanan menjelang Natal dan Tahun baru juga akan ditingkatkan. Personel kepolisian akan dikerahkan untuk bersiaga di gereja-gereja maupun lokasi yang dinilai rawan.

"Di setiap gereja terutama daerah-daerah yang dinilai cukup rawan dan akan menimbulkan kerawanan sudah kita antisipasi. Mungkin sekarang antisipasi agak lebih ekstra dengan adanya kejadian di Turki, karena disini pun juga merupakan salah satu daerah kantong ideologi radikal," ujarnya.

Karena itu, Anton menjelaskan, pola pengamanan disiapkan baik pengamanan terbuka, tertutup hingga melibatkan unsur TNI. Selain itu, pengamanan di tempat-tempat tertentu juga akan diperketat dengan menggunakan metal detector, jihandak dan lainnya.
Reactions:

0 comments:

Posting Komentar