Minggu, 04 Desember 2016

HACKER


Jakarta - Sebuah kelompok Hacker telah menggondol uang senilai USD 31 juta atau sekitar Rp 403,8 miliar dari bank sentral Rusia. Ini sudah kasus untuk kesekian kalinya penjahat cyber menyasar institusi keuangan dan menimbulkan kerugian besar.

Dikutip dari CNN, uang tersebut digondol dari akun milik bank yang disimpan di bank sentral Rusia. Bahkan hacker yang diduga berkelompok beberapa orang itu berniat untuk mencuri uang dengan jumlah yang lebih banyak.

Namun beruntung sistem keamanan bank sentral Rusia mampu mencegah kerugian yang lebih besar dan bahkan berhasil menarik kembali sebagian uang yang telah dicuri. "Kami beruntung bisa mengembalikan sebagian dari uang itu," kata juru bicara bank sentral Rusia.

Regulator keuangan di seluruh dunia belakangan meminta bank memperketat keamanan cyber seiring serangan hacker yang makin menggila. Awal tahun ini, bank sentral Bangladesh juga kecurian sangat besar, USD 81 juta. Dan pelakunya sampai sekarang masih buron.

Peretasan itu terjadi pada Februari lalu, saat sekelompok hacker berhasil membobol sistem bank sentral Bangladesh dan mencoba melakukan transfer palsu dengan jumlah total USD 951 juta dari akun bank tersebut di Federal Reserve Bank of New York.

Untung saja sebagian besar transfer berhasil diblokir setelah sang hacker salah menulis rekening penerima, yang seharusnya foundation menjadi fandation. Typo ini menimbulkan kecurigaan dari Deutsche Bank yang terlibat dalam proses transaksi. Mereka langsung membatalkan transfer tersebut dan terbukalah kejahatan cyber ini.

Uang yang sudah berhasil ditransfer senilai USD 81 juta diketahui terkirim ke Filipina, yang kemudian dikirimkan ke beberapa kasino di sana. Sebagian uang bisa ditarik kembali, namun sebagian masih belum diketahui berada di mana.
Reactions:

0 comments:

Posting Komentar