Kamis, 24 November 2016






Jakarta - Salahuddin Alam (47) akhirnya ditangkap Kejari Maros usai makan bakso di kawasan Senayan, Jakarta Pusat setelah 12 tahun kabur. Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Maros Hari Surahman, bercerita bagaimana proses penangkapan Salahuddin kemarin.

Penangkapan dilakukan oleh tim Kasi Intel Kejari Maros yang dibantu Kejati DKI Jakarta serta Intel Kejaksaan Agung pada Senin (22/11) kemarin. Salahuddin ditangkap usai makan bakso di kawasan Senayan. Mengetahui tim kejaksaan datang, Salahuddin hanya pasrah dan kaget hingga tak melakukan perlawanan apapun.

"Saya hampiri dia yang lagi bayar di kasir. Saya memperkenalkan diri dari Kejaksaan. Dia langsung menyebut 'Subhanallah," kata Hari , Kamis (24/11/2016).

Hari bercerita, bagaimana Salahuddin bisa kabur pada tahun 2004 selama 12 tahun lamanya.

"Jadi kaburnya pada saat dia menjalani tahanan kota. Terus dia menghilang dan tidak pernah kembali. Ternyata hasil penelusuran tim, dia ini lebih banyak tinggal dan menetap di Jakarta. Bahkan pulang ke Makassar pun jarang. Pernah kami dapat info dia ke kampungnya di Bantaeng, sekitar 2014. Lalu kita kirim tim untuk kejar ke sana tapi sesampainya di sana gagal," ujar Hari.

Hari menegaskan, penangkapan Salahuddin tidak ada sangkut pautnya dengan aktivitas politiknya belakangan terakhir.

"Ini tidak ke arah sana karena kami murni penegakan hukum. Apalagi dia sudah ditetapkan sebagai DPO sejak putusan MA pada tahun 2004," tambahnya.

Kini, Salahuddin harus menjalani masa tahanannya yang tertunda karena kabur selama 12 tahun. Keluarga dan kerabat mulai menjenguknya satu persatu.

"Siang ini keluarganya sedang menjenguknya. Kerabat anggota DPRD Maros dari partai Demokrat juga sempat tadi datang menjenguk," pungkas Hari.
Reactions:

1 comments:

Posting Komentar